Category: Obat

Cendo Polygran: Pengertian, Dosis, dan Efek Samping

Obat tetes mata katarak Cendo Polygran merupakan obat tetes mata yang digunakan untuk mengobati infeksi eksternal pada mata yang disebabkan oleh bakteri. Cendo Polygran mengandung kombinasi anti bakteri dengan mekanisme kerja sebagai berikut:

  • Neomisin adalah antibiotik golongan aminoglikosida bersifat bakterisidal yang efektif menghambat kuman-kuman khususnya bakteri gram negatif penyebab infeksi kulit dengan cara menghambat sintesis protein pada bakteri yang rentan. Neomisin mampu mengikat subunit ribosom 30s dan 50s secara ireversibel.
  • Polimiksin B sulfat adalah antibiotik yang dapat menghambat bakteri gram negatif dan positif. Polimiksin bekerja dengan cara mengikat membran sel dan mengubah strukturnya sehingga lebih permeabel.
  • Gramicidin merupakan antibiotik yang bersifat lokal dan secara aktif melawan bakteri gram positif.

Indikasi/Manfaat/Kegunaan Cendo Polygran

Cendo Polygran ialah terapi jangka pendek pada infeksi okular karena organisme yang sensitif terhadap neomisin, polimiksin, dan gramicidin.

Komposisi Cendo Polygran

  • Neomycin sulphate setara neomycin base 1.5 mg
  • polymixin B sulphate 10.000 UI
  • gramicidin 0.025 mg

Dosis Cendo Polygran

Dosis dari Cendo Polygran adalah sebagai berikut:

  • Gunakan 2-4 x sehari 1-2 tetes
  • Pada infeksi akut: dosis awal 1-2 tetes setiap 10 – 30 menit, kemudian lanjutkan 2-4 kali sehari 1-2 tetes.

Pemakaian Cendo Polygran

Karena Cendo Polygran merupakan salep, maka aturan pemakaian Cendo Polygran yakni dengan mengoleskan pada bagian yang sakit.

Cara Penyimpanan Cendo Polygran

Kemasan salep mata harus bersih dan bebas dari kotoran serta kuman. Maka dari itu, salep mata yang sudah dibuka tidak boleh disimpan sembarangan. Berikut adalah cara yang tepat dalam menyimpan kemasan salep mata Cendo Polygran:

  • Tutup rapat salep mata dan simpan di ruangan yang sejuk, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung.
  • Jangan sampai ujung kemasan (bagian tempat keluarnya salep) terkena kulit, mata, atau benda-benda lain, agar salep tidak terkontaminasi bakteri.
  • Jangan menggunakan satu kemasan salep bergantian dengan orang lain.
  • Segera buang salep mata setelah melewati tanggal kedaluwarsanya, atau maksimal empat minggu setelah kemasan pertama kali dibuka.
  • Jauhkan salep mata dari jangkauan anak-anak.
  • Jangan mengoleskan salep mata ketika sedang menggunakan lensa kontak. 
  • Jika keluhan pada mata justru menjadi lebih buruk setelah memakai salep mata, segera temui dokter.

Dengan mengetahui cara penggunaan salep mata yang tepat seperti penguraian di atas, kamu bisa menghilangkan masalah di mata dengan lekas.

Perhatian Khusus

Penggunaan Cendo Polygran perlu perhatian khusus pada glaucoma (bular hijau pada mata karena tekanan di dalam mata bertambah tinggi akibat cairan bening kornea dan lensa mata tertahan), ibu hamil dan menyusui, serta pemakaian jangka lama pada bayi. 

Efek Samping Penggunaan Cendo Polygran

Efek samping dari penggunaan Cendo Polygran yakni adanya reaksi sensitivitas (reaksi berlebihan, tidak diinginkan karena terlalu senisitifnya respon imun (merusak, menghasilkan ketidaknyamanan, dan terkadang berakibat fatal) yang dihasilkan oleh sistem imun).

Jika kamu ingin mendapatkan Cendo Polygran untuk mengatasi infeksi eksternal pada mata yang disebabkan oleh bakteri, kamu kini bisa mendapatkannya secara online. Silakan buka dan kunjungi beberapa marketplace untuk membeli Cendo Polygran Salep Mata 3,5 g. Biasanya, salep mata ini dibanderol mulai dari Rp21.000.

Perlu juga digarisbawahi bahwa segala infeksi yang terjadi pada mata, disarankan lebih dulu konsultasikan kepada pihak yang berwenang, dalam hal ini adalah dokter. Karena pada dasarnya, penggunaan Cendo Polygran merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter.

Bisakah Gunakan Cendo Tetes Mata untuk Atasi Bintitan?

Bintitan adalah kondisi yang bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Beberapa orang menggunakan obat Cendo tetes mata untuk mengatasi bintil kecil yang muncul baik di luar maupun di dalam kelopak mata ini.

Namun apakah obat tetes mata tersebut benar-benar ampuh untuk mengobati bintitan? Atau malah menambah bahaya? Berikut adalah penjelasan lengkapnya.

Penyebab dan gejala bintitan

Bintitan atau hordeolum muncul karena adanya peradangan di bagian kelopak mata, terkadang bintitan bisa berbentuk bintil yang berisi nanah. Kebanyakan peradangan atau infeksi ini disebabkan oleh bakteri Staphylococcus. 

Bagi yang mengalaminya akan merasakan rasa tidak nyaman dan terkadang sakit. Walaupun begitu, sebenarnya Anda tidak perlu khawatir karena secara umum bintitan tidak berbahaya.

Bintil ini bisa muncul di dalam atau di luar kelopak mata. Bentuknya bisa berwarna merah dan terlihat seperti jerawat yang sedang matang. 

Terkadang, pengidapnya juga bisa mengalami air mata yang terus-terusan keluar. Akan tetapi, kondisi ini cukup jarang untuk mengenai kedua mata sekaligus dalam satu waktu, namun bisa muncul dua bintil di dalam satu mata.

Gejala bintitan selain munculnya bintil antara lain:

  • Bengkak di kelopak mata
  • Nyeri 
  • Kemerahan
  • Kerak di ujung kelopak mata
  • Sensasi terbakar
  • Kelopak mata turun
  • Gatal di mata
  • Pandangan buram
  • Keluar cairan atau lendir dari mata (belekan)
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Keluar air mata
  • Rasa tidak nyaman saat berkedip
  • Rasa mengganjal di mata

Jika bintitan tidak hilang juga lebih dari seminggu dan gejala semakin memburuk, sebaiknya segera periksakan ke dokter. Selain untuk mendapatkan penanganan yang tepat, Anda juga akan menghindarkan dari penyebaran bintitan ke bagian wajah lain. 

Bintitan di bagian luar bisa disebabkan oleh folikel bulu mata, kelenjar sebaceous, dan apokrin. Sedangkan yang muncul di bagian dalam disebabkan oleh infeksi di bagian kelenjar meibomian dan biasanya gejalanya lebih banyak dan lebih menyakitkan. 

Cendo tetes mata sebagai obat bintitan

Bintitan lebih baik diobati dengan menggunakan obat salep, bukan obat tetes untuk mata. Oleh karena itu, mengobati bintitan dengan Cendo tetes mata tidak terlalu efektif. 

Obat salep topikal umumnya dioleskan di bagian bintil, baik di dalam maupun yang di luar. Selain obat tetes mata, Cendo juga mengeluarkan obat salep khusus infeksi bakteri di mata seperti bintitan bernama Cendo Xitrol.

Sama seperti obat tetes mata, obat salep ini mengandung tobramycin dan deksametason untuk meringankan gejala peradangan di mata, seperti mata gatal, mata bengkak, dan mata merah disebabkan oleh infeksi bakteri.

Karena tergolong obat keras, maka untuk bisa menggunakan obat ini harus dengan anjuran dan resep dari dokter. 

Tips mengatasi dan mencegah bintitan

Selain menggunakan obat salep, bintitan sebenarnya kondisi yang tidak berbahaya dan bisa hilang dengan sendirinya tanpa menimbulkan komplikasi. Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi sekaligus mencegah bintitan:

  • Hindari memencet ataupun memecahkan bintil yang ada di mata, sebab bisa menyebabkan infeksi menyebar ke area lain di wajah
  • Bersihkan kelopak mata secara lembut dengan sabun dan air
  • Kompres hangat di kelopak mata untuk meredakan nyeri, kurang lebih 5-10 menit, kemudian pijat perlahan. Ulangi 2-3 kali sehari untuk mengempeskan bintil.
  • Selalu jaga kebersihan area mata, sebaiknya tidak gunakan riasan hingga bintil sembuh dan menghilang.
  • Hindari penggunaan lensa kontak terlebih dahulu karena dapat terkontaminasi bakteri yang menyebabkan bintitan.

Jika bintil terlalu besar, maka Anda harus mengonsumsi obat antibiotik untuk membunuh bakteri yang menyebabkan bintil terus bertumbuh atau menggunakan suntikan steroid. 

Jika tak segera membaik atau malah memburuk, umumnya dokter akan merekomendasikan operasi untuk mengeluarkan nanah dari bintil sehingga mencegahnya untuk muncul kembali. 

Bintitan memang menyakitkan, namun secara umum tidak membahayakan. Bahkan mengatasinya sendiri di rumah tanpa obat-obatan juga biasanya aman serta efektif.

Sebaiknya hindari penggunaan Cendo tetes mata atau obat lainnya untuk mengatasi bintitan. Pakailah obat salep mata khusus dan selalu gunakan dengan anjuran dan petunjuk dari dokter. 

Kalpanax Salep, Basmi Tuntas Kutu Air, Panu dan Eksim

Panu dan kurap adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh jamur. Penderita panu dan kurap biasanya merasa tidak percaya diri, apalagi jika muncul di area kulit yang mudah terlihat seperti di wajah, leher, atau punggung. Rasa gatal yang disebabkan oleh infeksi juga bisa membuat penderitanya tidak nyaman dan terganggu. 

Perawatan rutin dengan obat antijamur akan meringankan gejala dan secara perlahan membasmi jamur penyebab infeksi. Kalpanax salep merupakan obat antijamur berukuran praktis yang mudah dibawa kemanapun Anda pergi. 

Deskripsi obat

Kalpanax salep merupakan salep kulit yang mengandung Salicylic Acid, Benzoic Acid, Sulfur Presipitatum, Menthol, dan Champora. Kombinasi bahan aktif tersebut sangat efektif untuk membasmi kutu air, gatal akibat panu, dan juga gatal perih karena eksim. 

Kandungan mentholnya memberi sensasi dingin di kulit. Aroma lemonnya mampu mengurangi bau tidak sedap pada luka akibat kutu air. Kelebihan lainnya adalah salep ini tidak larut air. mudah meresap ke kulit, dan tidak membuat kulit terkelupas sehingga aman digunakan di area kulit sensitif.

Cara pemakaian

Kalpanax salep adalah obat luar. Sebelum mengaplikasikan ke area yang terdampak, bersihkan tangan dan luka lalu keringkan. Oleskan obat tipis-tipis pada bagian yang terinfeksi. Kemudian bersihkan kembali tangan setelah mengaplikasikan obat. 

Oleskan Kalpanax salep 2 kali sehari (pagi dan malam hari), saat terasa gatal, atau sesuai dengan anjuran dokter. Usahakan mengaplikasikan obat pada waktu yang sama setiap harinya. 

Walaupun gejala gatal sudah hilang, oleskan sampai 2 minggu pemakaian untuk mencegah kekambuhan.   

Cara alami atasi panu dan kurap

Selain menggunakan obat-obatan bebas yang dijual di apotek, beberapa orang memilih menggunakan cara alami dengan bahan-bahan yang mudah ditemukan di rumah. Tentunya Anda bisa mengikuti cara ini, tapi perlu diingat kulit Anda mungkin tidak merespon beberapa perawatan rumahan ini dengan baik. 

  1. Cuka sari apel

Cuka sari apel memiliki sifat antijamur yang kuat sehingga dapat membantu mengobati panu dan kurap. Rendam kapas dengan cuka sari apel murni lalu oleskan ke kulit. Ulangi cara ini sebanyak tiga kali sehari.

  1. Minyak pohon teh

Minyak pohon teh berkhasiat sebagai antijamur dan antibakteri yang efektif dalam mengobati infeksi kulit akibat bakteri maupun jamur. 

Oleskan minyak pohon teh ke daerah yang terkena dua hingga tiga kali sehari menggunakan kapas. Bagi pemilik sensitif, Anda bisa mencampurkan minyak pohon teh dengan minyak pembawa seperti minyak kelapa sebelum mengoleskannya. 

  1. Minyak kelapa

Minyak kelapa memiliki sifat antimikroba dan antijamur yang dapat membantu mengobati infeksi kurap dan jamur lain seperti candida. 

Untuk menggunakannya, hangatkan minyak kelapa di microwave atau di telapak tangan Anda. Kemudian oleskan ke area yang terkena. Ulangi sebanyak tiga kali sehari. 

  1. Kunyit

Kunyit berfungsi menghambat pertumbuhan jamur dan mencegahnya kembali. Campurkan kunyit yang telah dihaluskan dengan sedikit air lalu aduk hingga menjadi pasta. Oleskan ke kulit hingga mengering, lalu bilas dan keringkan. 

Catatan

Kalpanax Salep dibanderol dengan harga yang ekonomis, yaitu berkisar antara Rp 5.000 – Rp 7.000 tergantung pada toko yang Anda temui. 

Kalpanax salep umumnya aman digunakan oleh anak di atas usia 2 tahun hingga dewasa, dan diaplikasikan pada kulit selain bawah lubang hidung. Segera hentikan pemakaian jika Anda merasakan efek samping seperti ruam dan gatal kulit, sensasi terbakar, dan kulit melepuh.