Tagged: cara emnghitung berat badan ideal anak

Cara Menghitung Berat Badan Ideal Bayi dan Anak

Pada masa perkembangan anak, orang tua harus memperhatikan setiap unsur terkait. Salah satunya berat badan si kecil, pasalnya penting untuk mengetahui apakah pertumbuhan berat badannya sudah ideal atau belum. Oleh karenanya, kamu harus mengetahui cara menghitung berat badan ideal

Berat badan yang ideal menandakan tubuh yang sehat dan apabila bayi memiliki berat badan yang kurang atau berlebihan hal itu patut diwaspadai. Karena berat badan yang kurang atau berlebihan akan memicu timbulnya berbagai masalah kesehatan, mulai dari kurangnya daya tahan tubuh sampai dengan penyakit jantung. Salah satu keuntungan mengetahui cara menghitung berat badan ideal adalah mempermudah dalam mengatur asupan kalori harian si kecil. 

Tinggi dan berat badan ideal anak 3 tahun harus diperhatikan orangtua

Perhitungan berat badan ideal bagi anak dan bayi tidak dapat disamakan dengan orang dewasa. Hal tersebut terjadi karena bayi dan anak sedang berada di dalam masa pertumbuhan. Memantau berat badan si kecil penting dilakukan untuk membantu si kecil mengejar pertumbuhannya yang ideal. 

Meski berat badan si kecil hampir sama dengan anak lainnya, pertumbuhan fisiknya bisa jadi tidak sama dengan anak seusianya. Hal ini membuktikan setiap anak juga belum tentu memiliki pertumbuhan yang lebih lambat atau lebih cepat. Untuk itu, kamu perlu mengetahui berapa berat badan balita yang ideal.

Secara umum, terdapat beberapa rumus yang bisa diterapkan dalam menghitung berat badan ideal bayi dan anak. Untuk menghitung berat badan ideal bayi dan anak, kamu dapat melakukannya menggunakan body mass index (BMI) atau indeks massa tubuh. 

BMI sudah menjadi standar perhitungan berat badan ideal, menurut para ahli. Meski keakuratannya masih diragukan, metode BMI tetap menjadi pilihan untuk mengukur berat badan. Cara menghitung berat badan ideal dengan metode BMI yaitu berat badan dibagi tinggi badan, kemudian dikalikan dua (lihat rumus di bawah):

  • Berat BadanTinggi Badanx 2

Akan tetapi, perlu digaris bawahi bahwa rumus di atas tidak bisa menjadi patokan untuk memahami berat badan ideal bayi dan anak. Pasalnya, hal tersebut bisa dipengaruhi oleh faktor seperti genetika dan juga tinggi badan anak. Adapun berat badan ideal bayi dan anak telah disusun sedemikian rupa dan ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia melalui Permenkes Nomor 2 tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak. Berikut rinciannya:

berat badan balita menurut kemenkes

Apabila berat badan balita kurang dari rentang tersebut, tandanya berat badannya termasuk kurang ideal. Sementara itu, jika berat badan balita yang lebih dari rentang tersebut menandakan kondisinya tidak ideal karena anak kelebihan berat badan atau mengalami obesitas. Jika penurunan berat badan terjadi terus-menerus, bisa menjadi tanda pertumbuhan anak sedang bermasalah atau kondisi kesehatan anak sedang terganggu.

Bagaimana cara mengenali gagal tumbuh pada bayi dan anak?

Failure to thrive atau gagal tumbuh adalah terhambat atau terhentinya pertumbuhan fisik seorang anak, sehingga tampak tidak normal. Anak kemungkinan besar mengalami gagal tumbuh, ketika perubahan berat serta tinggi badannya tidak setara alias jauh dibandingkan teman-teman sebayanya.

Gagal tumbuh sebenarnya bukanlah suatu penyakit khusus, melainkan kondisi di mana perkembangan berat dan tinggi badan jauh dari rata-rata normal. Kurang tercukupinya kebutuhan gizi harian bisa menjadi penyebab anak mengalami kegagalan pertumbuhan.

Failure to thrive dapat terjadi dikarenakan anak tidak menerima, menyimpan, atau menggunakan kebutuhan zat gizi yang seharusnya. Padahal, nutrisi tersebut diperlukan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi.Seiring bertambahnya usia, pertumbuhan berat badan bayi dan anak juga akan meningkat lebih cepat dari sebelumnya. Oleh karena itu, sebagai orang tua kamu harus mengetahui cara menghitung berat badan ideal bayi dan anak guna mengetahui apakah pertumbuhannya normal atau bermasalah. Apabila berat badan anak dan bayi berada di antara batas normal tersebut, maka bisa dikatakan dia memiliki berat badan yang ideal. Namun, jika beratnya kurang atau lebih dari batas yang disebutkan, maka perlu ada penyesuaian pola makan, aktivitas, ataupun asupan nutrisi harian bagi si kecil.